Hijab. My Right. My Choice.

Beauty Afiffah Ayu in Dusty Purple Long Shirt & Pashmina Hijab by Hijab Daily

 

Hijab.

I don’t wear Hijab cause people force me to do so. I do wear Hijab because my religion says it to do. I do wear Hijab cause it’s my right & my choice. Cause it’s my freedom to choose what I allow you to see.

Wearing Hijab doesn’t represent how religious I am. It simply reminds me I’m Muslimah. Even when my Iman is at it’s lowest everything I do. I should wear it for the sake of Allah.

Hijab adalah penutup, pembatas, pelindung. Aku lebih suka mendefinisikan hijab sebagai suatu himbauan atau perintah untuk menjaga batas, yang ditujukan kepada dua pihak baik laki-laki atau perempuan.

Memakai hijab adalah kewajiban bagi setiap muslimah. Namun ada juga yang beranggapan bahwa memakai hijab itu tergantung dari pribadi masing-masing. Ada yang memilih mengenakan hijab, ada juga yang memilih tanpa hijab.

Ketika seseorang memutuskan untuk memakai hijab dalam kesehariannya, pasti dia memiliki alasan. Banyak hal yang melatarbelakangi seseorang untuk memilih memakai hijab.

Sebagian besar muslimah berhijab pastinya karena menyadari bahwa berhijab merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah dalam Al-Quran. Dorongan keimanan dan rasa takut kepada Allah menggiring mereka meninggalkan pakaian yang biasa mereka kenakan sebelumnya.

Namun, ada juga yang berhijab karena kenyamanan. Merasa lebih nyaman berhijab, merasa lebih cantik dengan hijab, bahkan ada yang merasa lebih aman dengan berhijab.

Tapi, di luar itu ada juga yang berhijab karena mengikuti tren fashion hingga karena alasan komersial seperti ingin memulai bisnis fashion hijab yang memang sedang happening akhir-akhir ini.

“Hijab” Movie

Pada tahun 2015, di Indonesia, pernah tayang sebuah film berjudul “Hijab”. Aku sampe sengaja secara khusus nonton film ini tadi pagi karena aku tertarik melihat cover filmnya.

“Hijab” Movie

Diperlihatkan 4 orang wanita di sana. Yang pertama berhijab syar’i, yang kedua tidak berhijab mengenakan dress, yang ketiga berhijab tidak syar’i, dan yang keempat mengenakan baju tertutup dan turban. Cover ini sangat menarik. Terlihat sangat mewakili profil mayoritas muslimah Indonesia yang ada saat ini.

Muslimah Indonesia dengan Hak dan Pilihannya masing-masing.

Kesimpulan aku dari film tersebut adalah “tidak pernah ada alasan yang keliru dalam berhijab”.

Bahkan bila seseorang berhijab karena merasa “terjebak” harus menuruti suami. Ataupun alasan ngga penting seperti “bad hair day terus tiap hari gw pake hijab aja lebih cakep”, semua alasan itu tetap menggiring mereka pada kebaikan berhijab.

But I choose not to judge someone by it’s cover. Karena kita tidak pernah tau ke depannya akan seperti apa khan.

Bisa saja yang sekarang belum berhijab, besok dia memutuskan untuk berhijab. Atau sebaliknya yang sudah lama berhijab tiba-tiba memutuskan untuk melepaskan hijabnya.

Allah Maha Pembolak – Balik Hati Manusia. Even it’s in second.

Kita sama-sama doakan saja yaa. Semoga saudara muslimah kita yang belum berhijab menyegerakan berhijab, dan yang sudah berhijab tetap istiQamah dengan hijabnya.

AAmiiin…

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*